Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

cerpen - Bait-bait Melodi


Setetes embun membasahi lembayung pagi.. dengan kemilau biasan cahaya surya ..
Suatu anugrah dari-Nya untuk dapat kita rasakan.. langkah angin membisik telinga lemah lembut desisnya ...
       Pancaran mentari menebar senyum... Kerlingan cahayanya menyambut lembaran esok yang membawa perubahan dan keabadian cinta merangkai senyum yang tersembunyi di angan cakrawala,,
seakan mereka mengalunkan sebuah irama... melodi,,
 tak kan pernah usai bercerita tentang dunia.. bercerita tentang takdir dan kehidupan makhluk-Nya seperti api abadi yang tak pernah padam ... seperti semangat ketegaran yang ku miliki untuk melawan derita ini...walau tak semudah membalikkan telapak tangan ...

                                                      by: emilda A.U
part 1
   Di pagi yang cerah ini Reyza tak pernah absen untuk selalu mengejar bus karena dia selalu telat untuk bangun pagi. Berbeda dengan aku yang selalu datang 45 menit sebelum bel masuk meskipun rumahku jauh dibanding Reyza. Dia tak pernah berubah semenjak dari awal masuk sekolah. Apalagi lili dia adalah yang paaaaallllliiiing “wols” dari persahabatan kami. Satu lagi yaitu tyas bisa dibilang dia menjadi penengah antara kami berempat. Sifat kami sangat berbeda walaupun begitu kami saling melengkapi satu sama lain dari kekurangan masing-masing.
          Dari keempat cewek tersebut. Reyza dan akulah yang memiliki sifat yang keras dan teguh pendirian. Namun sekeras apapun sifat yang aku miliki aku pernah merasakan yang namanya patah hati dan itu membuatku sangat trauma dengan hal itu .                                                                                               

Saat itu aku dan ketiga sahabat ku sedang mencari bahan tugas kelompok. Kami memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Saat Reyza dan Lili sedang berjalan didepan ku tiba-tiba kepalaku sakit aku tidak kuat menopang tubuhku  dan...“Bruuuuckgg” aku terjatuh.  Seketika tubuh ku lemas karena aku tidak kuat menahan rasa sakit  yang sangat menyiksa ku. Lalu  mereka bertiga tersentak kaget.  
 “Melodi!!!” .
“ Kamu nggak papa mel ? tanya Tyas”
“Iya Mel muka kamu pucat pasi kamu nggak enak badan?mending kita ke UKS kayaknya kamu nggak sehat gitu. Lili khawatir”
“ Aku nggak papa mungkin aku telat makan kali jadi lemes deh. Ucap ku menghindar!!”
Aku melihat 2 orang anak laki-laki berlari  menuju diri ku .
“Kamu nggak papa Mel? Ucapan mereka hampir bersamaan ternyata  Ditya dan Septian.”
“ Nggak usah lebay.  Aku baik-baik aja.”
 Dengan cueknya aku menjawab dan dengan sombongnya  aku mencoba berdiri walau sebearnya aku sangat lemas.
Semenjak aku merasakan kepahitan cinta. Aku tak pernah peduli dan menutup hati ku untuk siapapun. Saat aku berjalan aku berkata dalam hati.
[“Aku ini kenapa ?kenapa tiba-tiba aku pusing dan ini tidak sekali 2 kali tapi berkali-kali. Anehnya lagi setiap aku minum obat sakit kepala sakitnya tambah parah. Apa yang sebenarnya terjadi pada ku. Ya Allah semoga aku tidak apa-apa” .]
Saat sampai di rumah kepala ku pusing lagi dan ini lebih parah dari sebelumnya. Aku merasakan sesuatu keluar dari hidungku.
“Hach.. darah!!. Aku kenapa? kepala ku sakit sekali Ya Allah. Darahnya nggak berhenti-berhenti !”
Untungnya saja aku masih kuat menuju ke kamarku . Setelah menuju ke kamar aku segera mambersihkan darah itu dan segera membaringkan tubuhku di atas ranjang. Aku mendengar ibu ku memanggilku
“ Mel kok langsung masuk kamar sih!!. Nggak salam ibu dulu.”
“Iya bu aku minta maaf. Melodi lagi nggak enak badan ..!!”
“Ooo,, ya sudah. Nanti minum obat ya bentar lagi kan ujian.”
  Aku tidak menjawab karena aku masih lemas sampai-sampai aku tertidur. 2 jam berlalu. Ponselku berdering tanda pesan masuk. Aku terbangun namun pusing ku belum lekas pergi. Aku membaca pesan namun anehnya tiba-tiba pandangan ku kabur. (Aku tunggu kamu di depan sekolah besok....Septian). Lalu aku menjawabnya (ya..).
Selasa siang setelah jam istirahat karena gurunya sedang absen. Kami di beri tugas untuk mengerjakan soal latihan. Namun aku tidak memperhatikan apa yang disampaikan teman ku. Aku masih memikirkan sesuatu yang menimpa diri ku akhir-akhir ini. Reyza melihatku yang sedang tidak konsen kemudian dia menegurku.
“Mel kamu kenapa kok melamun shih ,, ngelamunin septian yach sama ditya???.”
“Huzh ngaco aja kamu kalau bicara.”
“Jujur deh sama kita sebenarnya kamu kenapa shih akhir-akhir ini ,aku perhatiin kamu sering banget melamun. Beda banget nggak kayak pertama kali kita kenal kamu ceria dan semangat.”
“Apa kamu punya masalah ?. Sharing donk sama kita-kita kalau kamu masih anggep kita  sahabat.”
“Kalian semua pada  ngaco deh. Aku fine-fine aja kok udah. Aku lagi BM doank nggak semangat aja!!. Nggak ada masalah. Nggak ada Ditya sama Septian. Nggak ada perubahan apapun dalam diri aku.”
Ketika aku mengalikan pandangan ke depan. Septian menghampiri ku. Dia memberiku sebuah gulungan kertas kecil dengan sangat malasnya aku membuka perlahan gulungan kertas itu .
(Jangan lupa nanti sepulang sekolah.)
Lalu Reyza,Lili,dan Tyas berebut mengambil gulungan kertas itu .
“C’iillleee Melodi ditunggu tu sama Septian di depan gerbang pulang sekolah.”
“Udah Mel terima aja barang kali dia mau nembak kamu.”
“Apa hebatnya juga. Mati donk kalau aku ditembak. Udah aku mau ke kamar mandi.”
 Dengan cuek  Aku langsung berdiri menuju ke kamar kecil. Saat hampir sampai ke kamar mandi aku berpapasan dengan Ditya. Aku memandangnya dengan pandangan sinis karena dia sering mengejekku. Lalu dia memanggilku.
“Mel tunggu !!!.”
“Appa ?.”
“Mel kamu kan pandai bahasa inggris.  Mau nggak bantu aku translate ini?”
Dia menyerahkan selembar kertas biru .. saat aku hampir membukanya..
“Eiitz  jangan di buka sekarang, nanti aja kalau di rumah sekalian kamu  jawab  yach !!! .”
“Ya..”  aku mencoba berlalu
“Cuek banget shih jadi cewek.” Dalam hati ditya bergumam (tapi secuek apapun kamu Mel. Aku tidak akan menyerah untuk dapat mengatakan isi hati ku yang sesungguhnya sama kamu .)
Aku segera menuju kekamar mandi karena aku sudah merasakan sakit ini datang lagi. Aku seperti sekarat di dalam kamar mandi. Aku merasa tidak kuat lagi. Rasanya kepala ku terkena palu godam. Darah yang keluar dari hidungku tercecer dilantai kamar mandi.Ya Allah kenapa penyakit ini datang lagi ... Sakiit ... saaaakkkiiiiiittt !!! pusing sekali kepala ku. Sampai-sampai aku tidak kuat mengambil gayung di hadapan ku waktu itu.  Aku masih bisa bertahan untuk beberapa saat. Setelah beberapa menit aku merasakan sakit yang luar biasa. Sakit itu perlahan menghilang namun darah yang keluar dari hidung ku tak kunjung berhenti. Tanpa kusadari darah itu menetes di lengan seragam putih ku. Aku tak menyadari itu sampai aku menuju ke kelas.
Aku memulai mengerjakan tugas dari mem Lusi. Saat tanganku ku letakkan di atas meja Lili mengetahui itu.
“Mel lengan baju mu kenapa ada nodanya? Kok merah. Kayaknya itu darah deh ???.” Mencoba menyentuhnya namun segera ku sembunyikan.
“Ooo nggak kok tadi pagi kena caos sambel. Ya udah ya aku ngerjain tugas dulu.”
Mungkin Lili masih penasaran dengan noda dilengan baju ku namun aku tak mau teman-temanku mengetahui apa yang sedang terjadi pada ku .
Bel pulang berbunyi. Aku berpamitan dengan sahabat-sahabatku. Setelah aku agak jauh dari mereka. Mereka membicarakan sesuatu dan terlihat rahasia sekali. Namun aku tak yakin apa yang sedang mereka bicarakan.
“Kalian tau nggak. Aku tadI lihat darah di lengan baju Melodi!!!.”
“Hah darah !!! nggak mungkin kali Li. Barang kali itu saos sambel ?.”
“Iya kali kamu salah lihat mungkin Li?.”
“Nggak mungkin Za ..Yas!!  terus kalau itu saos kenapa tadi waktu aku mau megang tangannya itu dia sembunyiin??. Pasti itu darah tapi darah siapa juga. Aku lihat saat dia mau ke kamar mandi lengan bajunya bersih-bersih aja kok!!!.  Masa abis dari kamar mandi ada sih.”
“Kamu kira Melodi vampir apa ngisep darah??”
“Kebanyakan liat twilight shih kamu jadi halusinasnyai kamu bawa ke Melodi??”
“Dibilangin nggak percaya. Ya udah..”
    Septian sudah menungguku di depan gerbang. Aku menghampirinya. Ku lihat dia membawa sesuatu di tangan kanannya. Aku tak tahu secara pasti karena dari kejauhan.
“Eh Melodi ,,!!!”
“Kamu mau ngomong apa?? Aku nggak punya banyak waktu tugas ku banyak jadi cepetan ya??”
“Iya iya sabar dikit kenapa?? Sebenernya.... karena ini terlalu penting  jadi aku tulis aja di surat ini.”
 Belum sempat aku mengambilnya aku melihat Ditya berjalan di depan ku. Dia menatap Septian dengan pandangan sinis seakan dia menyimpan dendam dengan Septian. Lalu aku membuyarkan suasana yang membosankan ini.
“ Mana ??.”
“Oo ya ni, baca ya jangan sampai nggak di baca?”
“Bawel.”
Aku segera melanjutkan langkah ku untuk pulang. Dan terdengar sayup-sayup dia berbicara. Namun aku tak memperdulikan itu.



Part 2
Saat sampai dirumah. Aku membuka surat dari Ditya dan Septian. Aku bingung harus buka yang mana terlebih dahulu daripada pusing lebih baik ku buka dua duanya sekaligus. Aku membaca surat dari Ditya terlebih dahulu.
Hi mel...
Before ... i don’t know to start this where... but i want to the point “i like n very love  you” would you be girlfriend? Everyday i’m always think about you ,i’m fussy to eat ,i’m fussy to sleep. You always haunting me in my dream,your face always come and you smille  to me.
Mel can you hear my heart? Can you give me mean about this? Do you know? Your smille is my happiness , your  sad is my hurt,and your cry is my death. Mell... please ..do you  feel same case? I’m serious...
                                                                                             Waiting your reply  
                                                                                                Who loves you
Surat ke dua dari Septian
Yang tercinta
Melodi
            Ketika memandang keindahan malam aku melihat paras mu ,di langit yang penuh dengan kilauan bintang ,, ketika aku membaca ayat ayat-Nya dan sedang menjalankan perintah-Nya aku merasakan kamu di samping ku,ketika ku terbangun dari tidur ku aku membuka jendela kulihat kau berlari di depan ku dan melambaikan tangan kepada ku.
            Melodi nama mu menggetarkan irama jantungku ,merasuk dalam fikiran ku dan terukir di hati ku. Saat itu aku terbangun dari mimpiku bahwa aku terlanjur menyayangi dan mencintai mu. Maukah kamu menjadi selir hati ku untuk sepanjang waktu ku..??
                                                                                                Yang menyayangimu
Aku tak berekspresi  melihat surat-surat dari mereka berdua. Lalu ku selipkan itu di lebaran buku dairy ku. Aku memandang itu hal yang tak memilki arti sama sekali dan itu sangat membosankan bagi ku. Lalu tiba-tiba terpikir dalam benakku untuk berbicara ke ibu atau tidak. Kejadian yang menimpa ku akhir-akhir ini. Tetapi aku takut jika memang ini penyakit. Aku akan menyusahkan orang tua ku dan bisa jadi biayanya sangat mahal. Aku tak ingin meyusahkan mereka terus. Mereka selalu memberikan apa yang menjadi kebutuhan ku. Apa yang aku minta dan apa  yang aku inginkan selama ini. Aku tak mau membenani mereka. Akhirnya aku memutuskan untuk merahasiakan ini dari siapapun.
Disaat aku sedang terhanyut dalam aliran halusinasi ku. Ponsel ku berbunyi ternyata Reyza .
“Assalamualaikum ... hallo Mel kamu lagi sibuk nggak?.”
“Waallaikumussalam.. kebetulan nggak Za. Ada apa memangnya?.”
“Temenin aku yuk!!! Ke toko buku. Lagi boring nich di rumah mending jalan-jalan refresing.”
“Ya bentar yach aku datang setengah jam lagi.”
“Ok aku tungu yach??.”
“Iya.”
Aku bergegas pergi kerumah Reyza. Saat di tengah perjalanan aku menabrak seseorang. Emosi ku hampir meledak tapi aku tak seharusnya seperti itu karena saat itu aku juga yang salah. Aku tidak memperhatikan langkah ku. Aku terjatuh dan dia bertanya pada ku. Sepertinya aku mengenal suara itu. Ketika aku melihat ke atas. Ternyata itu Septian. Dia mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri. Tanpa ku sadari pikiran ku melayang  melihat wajahnya. Seperti ada sihir yang membuatku tidak sadarkan diri. Dia  menegurku sekali lagi dan seketika lamunan ku  buyar .
“Owh ... aku nggak papa. Maaf ya aku tadi nggak sengaja nabrak kamu.”
“Iya nggak papa kok Mel nyantai aja. Lagian juga nggak saki.  Kamu mau kemana kok kayaknya buru-buru sekali sih??.”
“Aku mau ke rumah Reyza .” lalu aku melirik arloji aku hampir telat dan tandanya aku harus mengakhiri percakapan singkat ini.
“Maaf yach aku ditunggu sama Reyza.”
“Eeh bareng aja kita kan sejalur .”
“E..emm.. ya !!”
Setelah beberapa langkah suasana menjadi hening. Hanya terdengar kicauan burung dan semilir angin yang berhembus mengiringi langkah kami berdua. Tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami . Aku tak mampu memandang matanya sesekali. Aku ingin mengatakan sesuatu. Tetapi aku tak mampu seakan mulut ku ini terkunci dan kuncinya hilang entah kemana. Namun diantara keheningan ini ternyata dia yang pertama memecah kecanggungan ini. Dia menanyakan sesuatu dan mencoba menghentikan langkah ku. Dia menanyakan surat yang ia berikan tempo hari kepada ku.
Aku terdiam beberapa saat. Mau tidak mau aku harus menjawabnya .
“Ian sebelumnya aku minta maaf banget. Mungkin jawaban ku ini nggak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Aku nggak mungkin suka sama kamu aku hanya menganggap kamu sebagai temanku yang terbaik. Teman yang selalu ada buat ku. Kamu terlambat dengan semua ini.  Hati ku tidak dapat merasakan rasa itu kembali.”
“ Tapi aku nggak peduli degan apa yang kamu katakan saat ini Mel. Aku tak akan gentar dengan semuanya.”
“Maaf tapi aku harus pergi. Kita bahas lain kali yach kalau ada waktu”
Aku melanjutkan langkah ku namun dia masih tertegun dan masih memandangi ku menjauh darinya. Sebenarnya aku pernah menyukainya tetapi aku harus konsisten dan mencoba untuk menekan rasa ini. Agar depresi ku hilang sepenuhnya. Pagar rumah Reyza telah terlihat aku masuk kedalam. Reyza telah menunggu agak lama. Itu semua terlihat dari raut wajahnya yang sedikit tak bersemangat. Aku mencoba tersenyum kepadanya dan kekhawatiran ku mulai sirna saat dia membalas senyuman ku. Tanpa basa-basi kami menuju halte bus. Di dalam bus ia menanyakan sebab ku terlambat. Aku menceritakan semua yang terjadi. Dia menyarankan agar aku bisa mebuka hati ku untuk cowok lain.
“Mel relakan Adit tenang di alam sana. Biar lah dia bisa melihat kamu bahagia bersama orang lain.”
“Seandainya kalau dia nggak mati. Mungkin saat  ini aku masih bisa memaafkan semua kesalahannya dan masih mempertahankan hubungan ku. Walau dia udah nyakitin aku di depan mata ku sendiri.”
Harapan ku. Aku dapat merelakan masa lalu ku. Masa lalu ku yang indah lalu berubah menjadi kesedihan yang mendalam karena dia pergi membawa cinta ku untuk selamanya. Dia tega membiarkan aku sendiri.  Aku masih mempertimbangkan apa yang Reyza bicarakan .
Aku dan Reyza turun dari bus dan sampai di toko buku. Kami berpencar untuk melihat-lihat buku. Langkaku menuntunku ke deretan novel remaja. Aku tertarik dengan sebuah buku. Ketika aku mengambil buku itu seseorang didekatku juga mengambil buku yang sama. Aku memarahinya tanpa melihat wajahnya. Saat aku memalingkan wajahku menatap wajahnya ternyata itu Ditya. Dia memandang ku namun aku berusaha melepaskan genggaman tangannya lalu ia mulai tersadar.
“Oh sorry sorry terlalu terhanyut dengan keadaan.”
“Iya nggak papa.”
“Sendirian aja. Makan yuk!!.”
“Ooch nggak-nggak aku sama Reyza .”
Lalu Reyza mendekati ku dari belakang.
“ Ooch Ditya ternyata.”
“Udah-udah kamu udah dapet bukunya ??. Ayo pulang!!!.” aku menarik tangan Reyza dan mencoba menghindari Ditya.
“Kamu kok gitu shih mel. Kapan kamu bisa buka hati kamu buat cowok lain. Dan merelakan kepergian Adit”
“ Aku nggak bisa Reyza aku nggak bisa.Tanpa terasa air mata ku terjatuh. Kamu nggak akan pernah bisa merasakan apa yang pernah aku rasakan. Sakit Za!! sakit banget rasanya. Kenapa disaat aku mencinta mereka tak pernah serius mencintaiku dan pergi tanpa meminta maaf untuk selama-lamanya. Tapi kenapa saat aku telah terjatuh dan susah untuk bangkit. Aku terperosok sedalam-dalamnya mereka bersusah payah untuk menyelamatkan ku ?? apa itu tidak terlambat namanya .. tiap detik, tiap menit, tiap jam,bayangkan Za. Aku bersusah payah untuk merelakan masa lalu ku yang pahit dan memaafkan semuanya tapi apa?? sakit itu menjadi bumerang bagi ku untuk membenci setiap laki-laki... dan........ aaa...aaa....acch aaaachh aduh ..”
“Kamu kenapa Mel??. Mel jangan bkin aku khawatir dong.”
Perut ku sangat mual. Aku muntah-muntah lalu aku pingsan. Reyza membawa ku ke rumah sakit. Aku tersadar dari pingsan ku. Selama aku masih diruang perawatan tiba-tiba pandangan ku kabur dan kepala ku masih pusing. Beberapa saat kemudian terdengar sayup-sayup beberapa orang yang menangis disamping ku. Aku mencoba menbuka mata ku. Namun sepertinya mata ku masih enggan membantuku melihat secara jelas siapa yang berada di dekat ku .
Setelah aku mencobanya berkali-kali. Aku berhasil membuka mata ku dan melihat dengan jelas. Ternyata itu teman-teman ku dan kedua orang tua ku. Ku lihat ibu menangis tersedu di sampingku. Nampaknya ibu tidak bisa mangatakan apapun tentang apa yang sebenarnya terjadi pada ku. Lalu ku alihkan perlahan pandanganku kesamping kanan ada sahabat-sahabat ku yang menangis tanpa henti. Tanganku sulit sekali untuk ku gerakkan.
Semula aku ingin tersenyum dan mencoba untuk menegarkan mereka semua. Tetapi semuanya telah sirna. Aku hanya bisa menangis dengan keadaan ku saat ini yang bagaikan mayat hidup tanpa ada yang bisa aku lakukan sama sekali. Aku sangat terkejut semula aku sehat-sehat saja dalam hitungan jam aku terkapar. Seperti malaikat maut menanti ku. Aku mencoba untuk menggerakkan tangan ku. Tyaz menangkap apa yang aku perlukan saat itu lalu tangan ku diselipkannya sebuah pena dan selembar kertas kosong. Lalu aku mencoba menulis sesuatu ... Ketika ibu melihat tulisan ku yang jauh berbeda dengan tulisan ku sebelumnya. Dia tidak kuat menahan tangis. Akhirnya ibu berlari keluar lalu ayah mengikutinya. Lalu aku melirik Reyza. Dia terlihat tidak kuasa mengatakannya dia hanya menangis dan menangis. Aku melihat ke arah Lili. Terlihat dia menggelengkan kepala. Kunci terakhir ada pada  Tyaz. Dia mencoba mengatakan. Sepertinya lebih baik dalam bentuk tulisan(kamu divonis dokter mengidap penyakit kanker otak stadium lanjut). Aku membaca tulisan itu seperti ada petir yang menyambar tubuh ku hingga tak bernyawa. Menggelegar menyambar-nyambar dan seperti harapan ku selama ini terhantam oleh badai dahsyat. Aku ingin teriak sekeras yang aku bisa. Aku tak kuasa dengan keadaan ku yang terkapar saat ini. Aku ingin melampiaskan kemarahan ku melampiaskan kesedihan,kepasrahan,dan kelemahan ku saat ini. Namun itu hanyalah sia-sia semata.
Penyakit ini tidak menular namun dapat mematikan penderitanya karena sel kanker cepat sekali pertumbuhannya. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan namun bisa memperpanjang hidup penderitanya dengan melakukan terapi
“ Melodi kamu besok harus terapi  jadi kamu harus istirahat yang cukup”

“Melodi kamu nggak boleh bicara kayak gitu Mel. Ini juga demi kebaikan kamu .”
“Iya mel kita semua belum siap bila harus kehilangan kamu secepat ini. Kami menyayangimu mel.”


part 3
Aku belum bisa menerima semua ini. Akibatnya beberapa hari terakhir keadaan ku semakin memburuk. Lebih buruk dari sebelumnya. Penyakit-penyakit baru timbul. Semua teman ku tidak tega melihat keadaan ku yang semakin kritis. Mereka mencoba untuk membujukku mengikuti terapi. Awalnya aku masih mengelak. Lama- kelamaan penyakit ini sangat menyiksa. Sedikit demi sedikit menggerogoti semangatku untuk terus berjuang melawannya. Hingga akhirnya aku menuruti perkataan mereka.
Setelah satu bulan lamanya aku berada dirumah sakit. Kesehatan ku membaik. Walau aku harus rajin mengikuti terapi dan meminum obat yang dulu menjadi musuh sekarang menjadi sahabat setia ku.
Pagi itu aku mengawali aktifitas yang selama ini terganggu karena penyakit ku ini. Rasanya aku seperti murid baru di sekolah ku sendiri yang sudah 2 tahun mengantarku untuk meraih masa depan gemilang ku. Setiap aku melangkah semua yang berada didekatku melihat dengan tatapan iba. Seakan aku manusia termalang di dunia. Air mata yang selama ini enggan keluar kini tidak segan-segan untuk menetes. Lalu ke 3 sahabat ku menjemputku dan membantu menopang tubuhku yang tidak sekuat sedia kala. Seaakan mereka merasakan penderitaan yang sama.
Saat aku memasuki kelas aku sangat terkejut. Aku sangat terharu melihat teman-teman sekelas ku menyerbu dan berebut untuk dapat memelukku. Mereka semua membawakanku hadiah hingga aku tak kuasa menahan tangisan haru. Selama ini aku kira mereka teman-teman yang sangat cuek dan tidak peduli dengan ku karena sifatku yang cuek dengan mereka semua. Namun saat itu aku keliru. Aku telah merasakan suatu kebersamaan yang tak pernah ku dapatkan selain dari 3 sahabat ku sendiri. Tangisan ku semakin keras karena aku terbayang bila dalam waktu yang singkat. Aku akan pergi meninggalkan mereka semua ,meninggalkan kasih sayang mereka,meninggalkan dukungan dan semangat mereka untuk memberikan semangat ku untuk hidup dan berjuang melawan penyakit mengerikan ini.
Ditengah-tengah suasana yang campur aduk ini. Tiba-tiba ada keributan di luar kelas ku. Karena aku sulit untuk berdiri ke 3 sahabatku senantiasa dan senang hati membantuku berdiri melihat keributan yang terjadi.
Ternyata itu Septian dan Ditya. Reyza menyerahkan aku kepada Lili dan Tyaz karena dia mengetahui persoalan apa yang membuat Septian dan Ditya berkelahi.
“Stop hentikan ... kalian ini seperti anak kecil saja pernah nggak kalian berfikir?.  Dia malu tau nggak direbutin kalian berdua di depan orang banyak kayak gini. Hello0o. . . sadar nggak kalian ini sekolah bukan arena berkelahi.”
“Dia nich yang mulai duluan. Gue yang pertama kali ngedeketin Melodi malah dia yang selalu cari perahatian sama Melodi. Balik aja sono sama mantan lo yang sok cantik itu.”
“Hey bray jaga omongan lo yah.”
“Stop mau kalian ini apa shih heee?? Asal kalian tau ya kalau si Melodi itu lagi sakit. Dia divonis dokter mengidap kangker otak stadium lanjut  dan sel kankernya udah menjalar kemana-mana. Umurnya tinggal beberapa minggu lagi dan dia makin menderita kalau sampai dia lihat kalian yang nggak gentle jadi cowok.”
“Apa? Melodi terkena kanker ??. Sekarang dimana dia??”
“Di kelas. Mau ngapain kalian??”
Lalu mereka berdua berlari menemui ku. Namun saat itu penyakit ku datang lagi kepala ku pusing. Aku muntah-muntah dan pandangan ku kabur. Aku semakin lemah dan terjatuh. Aku segera dilarikan kerumah sakit. Aku mendapatkan perawatan yang intensif dari pihak medis. Keadaan ku sangat kritis denyut nadi ku sangat lemah.
“Andaikan saja kita tau keadaan Melodi yang sebenarnya. Kita nggak bakal memperparah keadaannya sekarang.”
“Gue minta maaf sama lo. Semenjak kita menyukai Melodi. Andaikan saat itu di antara kita ada yang mengalah untuk merelakan buat dapetin Melodi. Mungkin dia nggak bakalan kayak gini. Dan gue ngerelain lo sama Melodi. Bahagiakan dia Ian”
“Iya gue maafin lo kok Dit. Kita saling ngutamain ego kita masing-masing dan akibatnya persahabatan kita yang hampir 2 tahun ini hancur hanya gara-gara kita menyukai cewek yang sama. Terima kasih ya?”
“Sama-sama.”  Reyza mendengar kata-kata mereka berdua lalu ia muncul dari belakang mereka berdua
“ Aku seneng liat kalian yang akur lagi .”
“Maafin kita juga ya Za??.”
“Iya gue maafin kok. Tapi kalian harus meminta maaf kepada Melodi karena dia yang seharusnya memberi maaf kepada kalian.”
“Iya.. pasti Za.”
Selama 3 jam aku kritis lalu aku tersadar dan saat itu disebelah kanan ku ada Septian dan di sebelah kiri ku ada Ditya. Mereka tertidur dan seraya menggenggam erat tangan ku yang tak berdaya ini. Ku coba untuk menggerakkan jemariku dengan harapan aku dapat membangunkan mereka. Akhirnya mereka berdua bangun mereka meminta maaf kepada ku namun aku telah memaafkan mereka dari dulu. Mereka saling menanyaiku apa yang aku mau. Aku hanya ingin minum. Mereka berdua adu cepat sehingga gelas yang membawa seteguk air ku pecah untungnya saja ada beberapa air mineral. Mereka saling membawakannya untuk ku minum. Karena aku bingung akhirnya aku meminumnya satu persatu dari botol yang mereka bawa.
Mereka tak pernah absen untuk selalu mengunjungi ku di Rumah sakit. Secara bergatian mereka mengajakku berjalan-jalan dengan mendorongku di kursi roda. Seakan mereka tidak pernah lelah untuk menjadi malaikat penjaga ku. Seumur hidup ku aku tak pernah merasakan hal yang sangat membuat ku seberuntung ini.


 Hari itu jadwal ku berjalan-jalan dengan Septian.  Dia mengajakku ke sebuah taman belakang rumah sakit yang belum pernah ku jumpai sebelumnya. Saat itu pukul 16.30 WIB. Tak pernah ku duga pemandangan disini sangat menakjubkan karena aku dapat melihat matahari terbenam
yang menyelinap di balik perbukitan.
.Aku merasakan tangannya mengusap lembut rambut ku dan dia membisikkan  sesuatu disampingkuu.
“Ketahuilah kamu mel.... selama kamu tak lagi secantik saat pertama kali ku temui...tak seceria saat ku perhatikan diam-diam di tempat dudukku waktu di kelas...tak dapat lagi tersenyum ketika aku membantu mu membawakan tumpukan buku-buku perpustakaan... dan semua hal yang menakjubkan yang ada pada dirimu...
Aku akan tetap menyayangi mu dan selalu menganggap kamu ada dalam hati. Karena itu sebabnya aku mencintaimu..”
          Aku sangat terkejut dia menggendongku dan menidurkanku dalam pangkuannya. Aku meminta sebuah kertas padanya dan mencoba menulis sajak-sajak yang terbayang dalam pikiranku.
          Sebuah hal  kecil...
Yang tak ku yakini akan kekuatannya...
Yang  pernah ada  di dalam hidup ku...
Yang  pernah memberikan warna dalam hidup ku...
Yang sampai saat ini adalah sebuah hal mustahil  untuk ku genggam kembali
                                 
Hilang ...
Sirna ... ketika ku tatap matanya
Ketika ku tanya mengapa?
Ia tak bergumam ..
Membisu seribu bahasa ..
Lalu...

Ia datang ....
 Menjelma menjadi sebuah alunan...
Alunan merdu bait bersajak ..
Sebuah melodi menjebak
Menjebakku dalam pilihan yang rumit
Antara kamu dan dia...

Terima kasih   ...
Untuk segalanya..
Nampaknya peri-peri ..
Bunga-bunga ...
Nyanyian surga .. telah menanti kedatangan ku..

Terima kasih ...
Untuk sebuah hal kecil ...
Sebuah hal kecil yang disebut  CINTA

          Terakhir kali ku tatap mata Septian yang terlelap karena keletihannya menjaga ku. Aku tersenyum akan hal itu. Aku ingin menangis karena aku tak dapat lagi melihat senyumnya yang manis, melihat kepedulian yang selalu ia berikan kepada ku. Melihat semua hal tentang dirinya. Namun aku mulai tersadar dan aku harus pergi meninggalkan “CINTA” ku untuk selamanya.
          Selamat tinggal ayah.. selamat tinggal ibu... selamat tinggal sahabat-sahabatku...selamat tinggal “CINTA” perlahan mata ku terpejam untuk selamanya. “CINTA” ku mungkin tak kan pernah tersampaikan. Semoga kalian mendapatkan cinta yang lain yang lebih memberikan sebuah kebahagiaan di hari nanti. Aku akan mengejar cinta ku yang kekal di alam sana. Izinkanlah aku menjadi kenangan yang terindah dalam hidup kalian semua. Kalian adalah hal yang terbesar yang pernah ku miliki dan kini aku percaya akan kekuatan “CINTA” .

By : emilda

THE END    
Mohon maaf bila ada kesalahan dalam bentuk apapun karena penulis dalam tahap belajar. Atas perhatiannya Terima kasih

Selamatkan Palestina Dari Israel (deezclan pray to palestine)


Salam Deezclan, pertama kami grup deezclan sangat berterimakasih kepada para pembaca yang kebetulan mampir dan berkenan meluangkan waktunya sejenak untuk membaca artikel kami ini.

Ini adalah artikel sederhana namun besar untuk kami, karena ini adalah satu kepedulian kami kepada saudara kami yang jauh di timur tengah, tidak lain ialah palestina. Belakangan ini kami sudah melihat beberapa berita-berita tentang peperangan yang terjadi antara jalur Gaza dan Israel. Melihat semua itu kami keluarga besar :Deezclan tergerak hati untuk serentak beramai-ramai memposting artikel ini sebagai simbol kepedulian kami.

Memang hanya dalam wujud ini kami memperlihatkan kepedulian kami, disamping itu kami sertakan pula do’a kami di artikel ini. Karena hanya ini yang dapat kami sampaikan, sebenarnya kami juga ingin melakukan hal yang lebih seperti menggalang dana, mengirim bantuan, dan hal-hal lain yang dapat membantu saudara-saudara kami, tapi itulah masalahnya kami belum bisa melakukannya karena bisa dibilang kami masih kurang mampu. Jadi hanya ini yang terbaik yang dapat kami dan hanya ini hal yang dapat kami lakukan semampu kami.

Rasulullah saw bersabda : "Sesama muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, jangan menganiaya dan jangan mendiamkan. Siapa saja yang memperhatikan kepentingan saudaranya, Allah akan memperhatikannya. Siapa saja yang melapangkan satu kesulitan sesama muslim, niscaya Allah akan melapangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitannya pada hari kiamat. Siapa saja yang menutupi kejelakan seorang muslim Allah akan menutupi kejelekannya pada hari kiamat." (HR.Bukhari dan Muslim)

Yah, kami juga senang menolong saudara kami walau hanya melalui apresiasi dan melalui do’a. Daripada kami hanya diam dan mencaci-maki penyerang dan pembantai saudara-saudara kami. Itu hanya sia-sia dan hanya menimbulkan rasa benci yang bisa saja merugikan kami. Daripada kami menjadi ahli tukang hujat, mending kami jadi ahli tukang do’a. Lumayan ada berkahnya juga. Jika hanya bisa menghujat kami Cuma akan dipandang komunitas yang bisanya hanya suka mencerca.

“saudara kami dibantai, tanahnya kau ambil, kitabnya dijadikan sasaran latihan tembak, semena-mena menjatuhkan bom dan rudal di tempat saudara kami yang apa daya punya tempat berlindung.”

Kau sebenarnya diberi tanah sebagai tempat kaummu, tapi kau tak puas dan mengambil paksa tanah saudara kami, kalian suatu kaum yang tidak tahu terimaksih dan tidak tahu di adab.

Hentikan semua perbuatanmu dan menjauhlah dan beri saudara kami kebebasan. KALIAN BANI ISRAIL (israel yahudi) kami berdo’a agar kalian mendapat balasan yang setimpal atas apa yang kalian lakukan.


Kami kerluarga :Deezclan turut prihatin dan berduka kepada saudara kami dan negara palestina tempat mereka berpijak. Dan sekali lagi kami keluarga besar :Deezclan Indonesian Creative mengecam dan menolak keras perbuatan dan keududkan Israel di Palestina.

Nggak Pacaran TAPInya koq Curhat-curhatan???

kagak tau gua ni foto siapa... :P
1. tau nggak, memang dimana-mana cowok demennya curhat ama cewek, dan sebaliknya cewek demen curhat sama cowok :)alasannya sih katanya lebih seru (emangnya tinju) dan lebih terpercaya, alibi aja itu mah, bilang aja demen -_-


2. padahal curhat2an cowok-cewek itu bahaya, karna awal2nya sih bilang temen, lama-lama jadi demen. alasannya sih"nganggep adik angkat", awalnya memang adik angkat, lama-lama temen dekat, trus melekat deh.. hehe.. ngaku ayo..

3. walaupun kamu gak bilang kamu pacaran, kalo aktivitasmu begitu, ya sama-sama aja maksiat. atau sekedar sms say hello, "udah maem blum", "udah mandi blum" >> halah, emaknya aja gak segitunya..

4. tau gak, nafsu itu kayak magnet, berlaku hukum tarik menarik F = G x (Ma x Mb)/r2, gak ngerti ya, ckckck.. sini, mari sy jelasin. F = nafsu total, G = udah baligh, Ma = syahwat laki2, Mb = syahwat wanita, r = radius (jarak), andersten?

5. jadi semakin deket cowok sama cewek, semakin bahayalah mereka, semakin mungkin baku syahwat diantara mereka, ancur nih.. maka semakin kenceng akslerasi syahwat, maka semakin bahaya hasil akhirnya, apalagi syahwat kamu akslerasinya 100 km dlm 3 detik (wow!)

6. Allah yg ciptain kita tau bahwa kita punya syahwat, Dia yang ngasi, makanya sebelum nikah Dia perintah utk jgn deket2 lawan jenis. Rasul pun tau kita punya syahwat, maka sebelum akad jangan dekat, apalagi beduaan karena yg ketiganya pasti adalah setan -_-

7. sekedar boncengan, pulang duaan, kerja kelompok bedua (kelompok apaan nih, ganda campuran?), semua tak diperkenankan, demi kita juga kok. walau kamu bilang kamu cuma teman, siapa yg jamin bukan TTM, teman tapi maling, eh salah, teman tapi mesra? gak ada yg jamin toh?

8. apalagi Rasul bilang "nahnu nahkum bi dzhahir" (kami menghukumi yang tampak), bukan yg tersembunyi dalam hati, ya kan.. makanya dalam Islam, ikhwan dan akhwat aktivitasnya dipisah, bukan apa-apa, preventif lebih utama dari kuratif, cegah lebih baik dr beli obat. dengan gitu niat terjaga dan amal pun terpelihara, apalagi kemuliaan dan kehormatan juga ikut terjaga, adem kan..

9. apalagi jaman sekarang, dunia maya begitu serem, mantengin foto ikhwan / akhwat bukan perkara sulit kyk jaman dulu.. chatting mudah, kontak mudah, tanpa sadar muda-mudi kita udah mulai terpapar bahaya dunia maya, gak terkecuali pengemban dakwah (nah loo)

10. "nggak kok mas, ini cuma koordinasi dakwah" >> koordinasi atau koor di nasi~ kok pake pesan "ukhti, afwan, inget tahajudnya ya.." geli gw.. "oo.. bukan mbak, ini cuma nanya hukum ke si akhii" >> pertanyaan atau perhatian~ kok nemen banget, knp gak tanya ustadzahnya aja.. hayoo..

11. awalnya pinjem2an buku kuliah, trus pinjem2an kitab ngaji, trus pinjem2an duit (ngutang?) trus lama-lama pinjem2an hati. heh heh heh.. tulisannya "I love you, coz Allah" tapi dipakein koma, lagian yang begini2 gak perlu diungkapin ke orangnya lagi, doain aja.. -_-

12. komennya "Keep istiqamah ya ukhti yang disayangi Allah.." >> ampun dah, dakwah dusta bener.. jaga niat guys, batesin interaksi sama lawan jenis, kalo Allah udah kasih jalan yang luas, ngapain lagi jalan di pinggir2 jurang

13. jalan masih panjang, dan masih luas, jalanlah ditengah2, kita gak pernah tau kapan badai berhembus bisa meniupkan fitnah pada kita. siapa pria yang hatinya belum terjaga hendaklah menikah, siapa yang belum menikah, hendaklah menjaga hatinya dari fitnah wanita.

14. curhat boleh, kita tau kok kamu perlu nge-refresh pikiran, sama emak bapak kan bisa, atau sama temen2 satu perjuangan yg sesama jenis? :)

15. interaksi boleh, tapi bagi masih liar hatinya, banyak2lah meluruskan niat :)
yang udah terlanjur ada hubungan tanpa ikatan, walau tak dinamakan pacaran, udaaah, putusin aja, selesaikan! :D

Jerman Awasi Pembagian Al Quran Gratis



Pihak Keamanan Jerman saat ini tengah memantau kampanye kelompok Islam Salafi yang tengah menggelar aksi pembagian 25 juta Al-Quran di negara itu.
Petugas keamanan sedang mengkaji apakah aksi ini bisa dikategorikan sebagai pelanggaran undang-undang kebebasan beragama di negara itu.
Kementerian Dalam Negeri Jerman menjelaskan kampanye seperti itu merupakan bentuk dari dakwah yang agresif.
Salah satu anggota kelompok Islam Salafi, Ibrahim Abou Nagie yang tinggal di Cologne mengatakan dia ingin menyelamatkan warga non-Muslim dari ancaman neraka lewat aksi tersebut.
Sejauh ini sudah 300 ribu Al-Quran yang telah dibagikan kelompok itu.
Kelompok Islam Salafi sendiri merupakan kelompok yang berupaya meniru dan menjalankan ajaran para pengikut awal Nabi Muhammad.

Melindungi UU

Kantor Perlindungan Konstitusi di North Rhine-Westphalia dilaporkan terus mengawasi organisasi yang digerakan oleh Ibrahim Abou Nagie ini.
Langkah yang dilakukan oleh Abou Nagie dan kelompoknya ini mendapat kritikan dari partai politik di Jerman.
“Kapanpun kalau memungkinkan, langkah agresif seperti ini harus dihentikan,” kata Guenter Krings dari partai pendukung pemerintah, Serikat Demokrasi Kristen, CDU seperti ditulis oleh
the Rheinische Post.
Menurutnya yang mereka persoalkan bukan pembagian Al-Quran-nya semata namun karena kelompok Salafi kerap melakukan hal radikal maka aksi ini menjadi mengganggu.
Namun memang hampir semua terduga teroris yang kita tangkap mempunyai kontak dengan kelompok ini atau jika tidak mereka sendiri juga menganut ajaran Salafi
Heinz Fromm
Selain dari CDU kritikan dan keprihatinan juga datang dari Partai tengah kiri, Sosial Demokrat dan Partai Hijau.
Kelompok Salafi dalam aksinya ini membagikan Al-Quran dengan terjemahan bahasa Jerman di sejumlah trotoar kota-kota di Jerman termasuk di Cologne.
Sejumlah cetakan kitab ini juga rencananya akan didistribusikan ke Austria dan Swis.
Setahun lalu Kepala Kantor Perlindungan Konstitusi, Heinz Fromm sempat memberikan pendapatnya tentang kelompok Islam Salafi.
“Tidak semua anggota kelompok Salafi itu teroris.”
“Namun memang hampir semua terduga teroris yang kita tangkap mempunyai kontak dengan kelompok ini atau jika tidak mereka sendiri juga menganut ajaran Salafi.”
Sejumlah laporan menyebutkan aksi pembagian Al-Quran di Jerman oleh kelompok Islam Salafi ini didanai oleh seorang donor kaya yang berada di Bahrain.

Obama Menyetujui Program Nuklir Iran



Surat kabar Amerika “The Washington Post” mengungkapkan bahwa Presiden AS Barack Obama dalam pesan yang dikirim secara diam-diam untuk Pemimpin Tertinggi Revolusi Iran Ali Khamenei, menyetujui program nuklir Iran untuk tujuan sipil yang damai. Persetujuan itu disampaikan ketika Teheran telah menegaskan bahwa ia tidak akan menggunakan program nuklirnya itu dalam keperluan militer apapun.
Surat kabar Amerika itu mengatakan dalam laporan di situsnya: “Obama mengirim pesan lisan kepada Khamenei, melalui Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mengunjungi Iran pekan lalu.”
Surat kabar itu menambahkan bahwa isi pesan itu adalah bahwa Washington akan mengizinkan Iran untuk terus mengembangkan program nuklirnya. Jika hal itu seperti yang dijanjikan Khamenei, bahwa program itu tidak akan digunakan untuk memproduksi bom nuklir.
Obama meminta Khamenei untuk mengkonfirmasi pernyataan yang dibuatnya baru-baru ini, di mana ia mengatakan: “Iran bukan tempat untuk senjata pemusnah massal, mengingat hal itu tidak dapat digunakan menurut hukum Islam.”
Surat kabar itu mengatakan bahwa Erdogan dan Obama telah bertemu di Seoul, di mana keduanya mendiskusikan apa yang harus dikatakan pada Khamenei mengenai masalah nuklir Iran, dan situasi di Suriah.
Menurut surat kabar itu Obama mengatakan kepada Erdogan bahwa “Iran harus menyadari bahwa waktu yang diberikan kepada mereka untuk mencapai penyelesaian damai mengenai program nuklir Iran “telahhabis”, dan Teheran harus memanfaatkan betul peluang negosiasi yang ada sekarang.” (islamtoday.net, 7/4/2012).

11 Pemda Kuras 70% Anggarannya Hanya untuk Gaji PNS



Forum Indonesia Untuk Transparansi Aggaran (Fitra) mencatat terdapat 11 pemeritah kabupaten/kota di Indonesia yang 70% anggarannya hanya habis untuk gaji pegawai. Kota Langsa di NAD menempati urutan teratas pemerintah terboros dalam hal belanja pegawai yaitu sekitar 76,7%.
Berikut ini 11 dearah (kabupaten/kota) terboros dengan anggaran belanja pegawai di atas 70% (dari Ringkasan APBD 2012):
  1. Kota Langsa-N.A.D = 76,7%
  2. Kab. Kuningan-Jawa Barat = 74,0%
  3. Kota Ambon-Maluku = 73,4%
  4. Kab. Ngawi-Jawa Timur = 73,0%
  5. Kab. Bantul-D.I.Y = 71,9%
  6. Kab. Bireuen-N.A.D = 71,8%
  7. Kab. Klaten-Jawa Tengah = 71,6%
  8. Kab. Aceh Barat-N.A.D = 70,9%
  9. Kota Gorontalo-Gorontalo = 70,3%
  10. Kab. Karanganyar-Jawa Tengah = 70,1%
  11. Kota Padang Sidempuan-Sumatera Utara = 70,0%
Secara umum Sekretariat Nasional Fitra mencatat ada 291 daerah yang menghabiskan anggaran untuk belanja pegawai lebih dari 50%. ironisnya, jumlah ini meningkat signifikan sebesar 135% dibanding tahun 2011 yang hanya 124 daerah. Para pemda ini terancam dalam jurang kebangkrutan.
“Hal ini tidak bisa dibiarkan bila tidak ingin kepentingan masyarakat luas dikorbankan terus menerus karena sisa anggaran yang tersedia untuk belanja program kegiatan hanya 9-14%,” kata Kepala Divisi Pengembangan Jaringan Hadi Prayitno dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/4/2012)
Menurutnya penyebab kebangkrutan ini adalah karena adanya penetapan yang dilakukan pemerintah terkait kenaikan gaji pegawai secara berkala sejak tahun 2007 sampai 2011 di angka 5-15% ditambah dengan adanya gaji ke-13.
Kedua dikarenakan adanya penyerapan PNS baru secara terus menerus tanpa mempertimbangkan kapasitas keuangan daerah. Yang terakhir karena melonjaknya jumlah organisasi di kab/kota yang menambah beban terhadap anggaran daerah.
Untuk itu, lanjut Hadi, Fitra mendorong untuk segera diberlakukan perubahan kebijakan untuk penghematan anggaran Pemda dan juga memperbaiki kinerjanya yang dinilai tidak dapat melayani publik dengan baik.
  • Hentikan Politisasi Birokrasi. Pembinaan PNSD dibawah Kepala Daerah menjadi salah satupemicu praktek rekrutmen yang tidak didasarkan pada pertimbangan kebutuhan riil personil serta kemampuan keuangan daerah.
  • Keluarkan Belanja Pegawai dari Perhitungan Alokasi Dasar DAU. Kuncinya adalah dengan segera merevisi UU 33/2004 tentang perimbangan keuangan pusat daerah, lalu memasukkan formula dana perimbangan baru yang memberikan insentif bagi daerah yang berhasil meningkatkan pendapatannya dan mengurangi belanja pegawainya.
  • Pembatasan Jumlah Organisasi di Kabupaten dan Kota. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan harus bertindak cepat untuk membuat batasan jumlah maksimal organisasi yang ada di tingkat kabupaten/ kota.
  • Teruskan Moratorium Rekrutmen PNSD. Kebijakan moratorium yang telah dibuat pemerintah sejak tahun 2011 harus diteruskan sampai tahun 2014.
Sumber: DetikFinance (8/4/2012)

Minta Masyarakat Hemat BBM, Presiden Beli Pesawat


Minta Masyarakat Hemat BBM, Presiden Beli Pesawat

Pengamat ekonomi Yanuar Rizky menilai Presiden SBY tidak bisa memberikan contoh yang baik terkait kondisi kenaikan harga BBM bersubsidi sekarang ini. Yanuar Rizky menjelaskan disaat ada rencana kenaikan harga BBM dalam waktu 6 bulan, Presiden SBY membeli pesawat baru.
“Pemimpin kita pak Presiden SBY meminta masyarakat untuk menghemat BBM, tapi dia sendiri malah beli pesawat,” ujar Yanuar Rizky di kantor BPK, Rabu (4/4/2012).
Dengan ditemukan banyak laporan keuangan yang tidak sesuai oleh Badan Pemeriksa Keungan, Yanuar menilai penegakan hukum yang lemah dan politik anggaran yang buruk.
Untuk mengatasi hal itu, Yanuar menegaskan pentingnya keteladanan pemimpin, khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Dengan adanya contoh dari pemimpin kita seperti itu, level pejabat hingga masyarakat akan bertindak lebih bijak dalam menaati rencana anggaran yang telah ditetapkan,”ungkap Yanuar. (tribunnews.com, 4/4/2012)

DRACULA VS ALFATIH





Abad ke-15 Masehi adalah salah satu abad yang gemilang bagi peradaban kaum muslimin. Pada masa itu kaum muslim di bawah kepemimpinan Khalifah mereka yaitu Muhammad al Fatih berhasil menunaikan janji Rasulullah, yang beliau ucapkan sekitar 800 tahun yang lalu, yaitu menaklukkan kota Konstantinopel yang agung. Sebuah kota yang sangat sulit ditaklukkan. Setelah ditaklukannya kota itu, futuhat kaum muslim berjalan dengan cepat dan memukau menyelimuti daratan Eropa. Nabi bersabda pasukan terbaik adalah pasukan yang menaklukkan Konstantinopel dan komandan terbaik adalah komandan yang memimpin penaklukan Konstantinopel. Sabda Rasul ini menempatkan Muhammad al Fatih dan prajurit Khilafah Islamiyah sebagai komandan dan prajurit terbaik yang pernah ada dalam peradaban umat manusia. Pasukan yang menaklukan Konstantinopel adalah prajurit yang hampir tidak pernah absen solat tahajud, selalu berpuasa sunnah, bersedekah, dan selalu melaksanakan berbagai amalan nafilah lainnya. Begitu juga Al-Fatih sebagai komandannya, beliau dikenal sebagai Khalifah yang tidak pernah meninggalkan solat tahajud sekalipun sejak beliau akil balig. Beliau tidak pernah melihat punggung siapapun saat solat berjamaah di masjid, dengan demikian beliau selalu menjadi imam dan datang tepat waktu. Sungguh luar biasa komandan dan prajurit ini.


Namun pada abad ke-15 pulalah terjadi berbagai peristiwa yang tak kalah memilukan bagi kaum muslim. Salah satu peristiwa itu adalah pembantaian yang dilakukan oleh Dracula terhadap ribuan tawanan prajurit Khilafah. Dracula yang disebut di sini bukanlah vampir penghisap darah dalam khayalan Bram Stoker. Dracula adalah nama sebuah gelar yang disematkan kepada Vlad III Tepes. Seorang penguasa (pada masa itu biasa disebut Voivode) yang memimpin wilayah Wallachia (sekarang wilayah selatan Romania). Gelar Dracula dia dapat dari ayahnya (Vlad II). Gelar ayahnya adalah Dracul (naga), gelar itu didapat ayahnya karena dia adalah anggota Ordo Naga, sebuah ordo ksatria Kristen yang bertugas untuk menahan serangan kaum muslim yang terus bergerak membebaskan Eropa. Gelar Dracul itu kemudian diikuti oleh ulea. Akhiran ulea ini dalam bahasa Romania artinya adalah putra dari. Dengan demikian penggabungan dua kata ini menghasilkan gelar Draculea. Pada perkembangan selanjutnya penyebutannya berubah menjadi Dracula, yang artinya putra sang naga. Vlad III atau Dracula inilah yang hobinya menghukum orang dengan cara memancang (menusuk dari bawah sampai tembus ke atas, kemudian kayu pancang itu ditegakkan, membuat mayat yang tertusuk itu tak ubahnya seperti sate). Ribuan prajurit muslim syahid dibunuh oleh Dracula dengan cara dipancang seperti ini.

Nasib mempertemukan Dracula dan Al-Fatih. Masing-masing mereka mewakili keimanan dan kekufuran. The Chronicles of Draculesti mengisahkan tentang pertemuan dan jalan mereka. Mereka tumbuh bersama pada awalnya, namun mereka mengambil jalan yang berbeda. Novel fiksi sejarah Islam ideologis pertama ini berhasil menggambarkan betapa santun dan memukaunya jihad pasukan Khilafah Islam, betapa mengagumkannya penaklukan Konstantinopel, dan betapa kejinya kaum kafir ketika mereka berkuasa. Novel ini berhasil memberikan gambaran betapa agungnya Islam dan betapa besarnya Khilafah Islamiyah yang akan segera berdiri kembali tak lama lagi, meraih kembali kegemilangan yang sudah pernah terjadi, bahkan meraih sesuatu yang lebih dari itu. The Chronicles of Draculesti adalah sebuah serial yang mendebarkan.


Post by :-AB-

(Kisah nyata Dracula dan Alfatih kini dikisahkan kembali dalam fiksi ideologis islam : The Cronicles of Draculesti, karya Sayf Muhammad Isa. Yang diterbitkan oleh: DRISE Publishing)

Aneka Bentuk Sedekah


Al-Arba’un an-Nawawiyah, Hadis ke-26
كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ، تَعْدِلُ بَيْنَ الاِثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِى دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ خَطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ، وَتُمِيطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ
Untuk setiap tulang/sendi manusia harus ada sedekahnya setiap hari yang di dalamnya matahari terbit. Engkau berlaku adil di antara dua orang adalah sedekah. Engkau membantu seseorang di kendaraannya dengan membantu dia naik ke atasnya atau mengangkatkan barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Kata-kata yang baik adalah sedekah. Setiap langkah yang engkau ayunkan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Engkau menyingkirkan duri dari jalanan adalah sedekah (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Ibn Hibban).

Susunan tulang/sendi dan keteraturannya termasuk nikmat Allah SWT yang paling besar kepada hamba-Nya. Untuk setiap tulang/sendi itu perlu ada sedekah yang disedekahkan sebagai ungkapan syukur atas nikmat tersebut. Syukur atas setiap kenikmatan akan ditanyakan oleh Allah pada Hari Kiamat kelak.
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan(QS at-Takatsur [102]: 8)

Keharusan bersyukur dengan bersedekah untuk tiap tulang/sendi itu—dalam riwayat jumlah sendi/tulang manusia ada 360 buah—bersifat harian, yakni setiap hari. Rasul saw. menegaskan: “setiap hari yang di dalamnya matahari terbit”. Lalu bagaimana itu bisa dilakukan?
Rasul saw. memberikan beberapa contohnya dalam hadis ini. Abu Musa al-Asy’ari juga menceritakan, Rasul saw bersabda:
عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ، قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَجِدْ؟ قَالَ فَيَعْمَلُ بِيَدَيْهِ فَيَنْفَعُ نَفْسَهُ وَيَتَصَدَّقُ، قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَوْ لَمْ يَفْعَلْ؟ قَالَ: فَيُعِينُ ذَا الْحَاجَةِ الْمَلْهُوفَ، قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ؟ قَالَ: فَيَأْمُرُ بِالْخَيْرِ، أَوْ قَالَ: بِالْمَعْرُوفِ، قَالُوْا: فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ؟ قَالَ: فَيُمْسِكُ عَنِ الشَّرِّ، فَإِنَّهُ لَهُ صَدَقَةٌ
“Setiap Muslim harus bersedekah.” Mereka (para sahabat) berkata, “Jika ia tidak menemukan apapun (untuk bersedekah)?” Nabi saw. bersabda, “Hendaknya ia bekerja dengan tangannya sehingga memberi manfaat kepada dirinya dan bisa bersedekah.” Mereka berkata, “Jika ia tidak bisa atau tidak melakukannya?” Nabi bersabda, “Hendaknya ia membantu orang yang membutuhkan yang meminta tolong.” Mereka berkata, “Jika tidak ia lakukan?” Nabi bersabda, “Hendaknya ia memerintahkan kebaikan,” atau Nabi bersabda, “kemakrufan”. Mereka berkata, “Jika tidak ia lakukan?” Nabi bersabda, “Hendaknya ia menahan diri dari keburukan karena hal demikian ada pahala sedekah bagi dirinya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan, jika seseorang itu tidak bisa bersedekah dengan harta atau perbuatan apapun, cukuplah bagi dirinya meninggalkan keburukan. Para ulama menyebut ini sebagai syukur dalam derajat wajib. Seseorang menjauhi keburukan itu, seperti yang dikatakan oleh al-Hafizh Ibn Rajab, adalah jika dia melakukan kewajiban dan menjauhi keharaman. Sebab, keburukan terbesar adalah meninggalkan kewajiban. Dari sini sebagian ulama mengatakan, syukur itu adalah meninggalkan kemaksiatan. Sebagian yang lain mengatakan syukur itu tidak menggunakan sedikitpun dari nikmat itu untuk bermaksiat. Abu Hazim az-Zahid menyebutkan, syukur seluruh badan adalah dengan menjauhkan diri dari kemaksiatan dan menggunakan badan dalam ketaatan.
Syukur derajat berikutnya adalah syukur yang mustahab. Setelah melaksanakan kewajiban dan meninggalkan keharaman, hamba itu melaksanakan perbuatan-perbuatan sunnah, baik yang berupa perbuatan, ucapan, bersifat finansial dan sebagainya. Itulah yang di antaranya disebutkan oleh Rasul di dalam hadis ke-26 ini, hadis ke-25 dan hadis lainnya.
Rasul saw. memberikan contoh—juga dalam hadis ke-25 sebelumnya—bermacam-macam kebaikan, yakni ketaatan yang bisa mendatangkan pahala seperti sedekah. Dari situ terlihat bahwa pintu-pintu kebaikan atau sedekah itu sangat luas dan beragam. Karena itu tidak alasan bagi siapapun untuk tidak bisa bersedekah, yaitu melakukan kebaikan dan ketaatan serta mendapatkan pahala seperti sedekah.
Di antara contoh yang disebutkan oleh Nabi saw.: Pertama, berlaku adil di antara manusia. Termasuk di dalamnya memutuskan perkara dan melakukan ishlah dengan adil di antara dua orang yang berselisih.
Kedua, membantu orang lain menaiki kendaraan atau mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan. Ini mewakili bentuk kebaikan yang memberi manfaat kepada orang lain, membantunya dalam hal yang dibutuhkan, meringankan kesulitan, dsb. Termasuk di antaranya: menunjuki jalan, membantu memperbaiki sesuatu, memberi utang, membebaskan utang sebagian atau seluruhnya, memberi tangguh, menuntun orang buta atau orang tua, dsb.
Ketiga, dalam bentuk kata-kata yang baik. Termasuk di antaranya, mengucapkan salam, mendoakan, menasihati, amar makruf nahi mungkar, senyum, menampakkan wajah berseri, dan sebagainya.
Keempat, bentuk sedekah yang manfaatnya terbatas pada diri pelaku seperti, berjalan untuk shalat berjamaah, duduk di masjid menunggu shalat, membaca tahlil, takbir, tahmid, tasbih, istighfar, shalawat, membaca al-Quran, mendengarkan kajian, dan sebagainya. Begitu juga dua rakaat shalat dhuha yang dalam satu riwayat dikatakan oleh Nabi saw. bisa memenuhi sedekah untuk semua tulang/sendi pada hari itu.
Kelima, menjauhkan bahaya dari orang lain, seperti menghilangkan duri dari jalanan atau menjauhkan orang dari bahaya lisan dan tangan kita atau orang lain.
Dakwah dan perjuangan agar syariah diterapkan untuk mengatur kehidupan dan semua interaksi di masyarakat memiliki posisi sangat tinggi dalam hal ini. Sebab, penerapannya syariah menjadi kunci pelaksanaan kewajiban lainnya, menghalangi keharaman dan kemaksiatan, mewujudkan manfaat dan hak bagi tiap orang, serta menjauhkan bahaya dan kemadaratan dari individu dan umat. Karena itu, keterlibatan di dalam dakwah dan perjuangan penerapan syariah adalah termasuk bentuk syukur yang paling tinggi.

Broken Home Berujung Seks Bebas



Oleh Kholda Naajiyah
(Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia)
Sebut saja namanya Saras (16), siswi SMA swasta di Surabaya yang terjerumus pelacuran. “Semua berawal ketika ibu saya meninggal dan ayah saya menikah lagi. Sejak saat itu, saya jarang mendapatkan perhatian dari ayah dan hampir tidak pernah mendapatkan uang jajan,” katanya.
Sarah yang waktu itu masih SMP memutuskan ikut kakek neneknya. Tanpa bimbingan langsung dari orang tua, pergaulan Sarah tak terkontrol. Mulailah dia berkenalan dengan rokok, minuman keras, bahkan obat-obatan terlarang. “Saya kenal teman-teman yang nakal itu pas SMP,” ungkapnya.
Permasalahan lebih pelik dia hadapi waktu duduk di bangku SMA. Sarah merasa kasihan melihat kakek-neneknya yang tak memiliki uang untuk biaya sekolah. “Kondisi itulah yang akhirnya mendorong saya jatuh ke pergaulan bebas. Saya dikenalkan oleh teman kepada pria hidung belang untuk mendapatkan uang. Sekolah juga saya tinggalkan,” katanya.
Cerita lain dituturkan Anggi (nama samaran, 17) yang saat diwawancarai sedang hamil tujuh bulan. Lagi-lagi, masalah rumah tangga yang memicunya lari ke pergaulan  bebas. Kisah kelamnya berawal dari perceraian ayah dan ibunya yang sudah sama-sama memiliki calon pasangan baru. “Saya sempat ikut ayah, tetapi selalu bertengkar dengan ibu tiri. Akhirnya, saya pergi ke tempat ibu kandung,” ujarnya.
Di sana, ia mendapatkan perlakuan sama dari ayah tiri. Akhirnya, Anggi memutuskan tidak ikut siapa-siapa. Dia menerima tawaran kerja salah seorang temannya di sebuah warung di Lamongan. “Saya pikir kerja di warung cuma bikin minum dan menyiapkan makanan. Tapi, ternyata tidak,” akunya.
Dia malah dikenalkan pada dunia malam oleh teman-temannya. Dari situ dia mulai merokok, minum miras, narkoba, dan pergaulan bebas. “Awalnya, saya kaget, sering menangis, dan ingin pulang. Tetapi, teman saya terus mempengaruhi. Akhirnya, saya terjerumus ke dunia malam itu,” ungkapnya.
Ketika disinggung masalah kehamilannya, dia mengaku siap punya anak meski khawatir kesulitan untuk merawat. “Nanti saya tunjukkan ke ibu saya. Kalau tidak mau merawat, saya ingin ada orang yang mau mengadopsi anak saya ini,” tuturnya.
Kisah Angel (bukan nama sebenarnya) tak kalah mengejutkan. Dia mengaku mengenal narkoba sejak kelas IV SD. “Saat SD, saya memang sudah berteman dengan anak-anak SMA,” ucap perempuan yang sekarang duduk di bangku SMA kelas X itu.
Segala polemik hidup Angel sejatinya berawal dari lingkungan keluarga yang sangat tidak kondusif. Dia mengenal hubungan intim justru dari ulah kakak kandungnya. Orang tuanya pun memberikan label nakal terhadap Angel dan mengirimnya ke sebuah panti asuhan di Porong. “Saya tidak betah dan sempat pulang ke rumah,” katanya.
Sesampai di rumah, orang tuanya  memberikan pilihan sekolah atau bekerja. Kalau pilih sekolah, dia hanya diberi uang Rp 3 juta untuk seluruh biaya sampai lulus. “Akhirnya, dengan terpaksa, saya memilih bekerja di perusahaan mebel,” katanya.
Kepada semua anak seusianya, Angel berpesan agar tidak menyia-nyiakan perhatian yang diberikan orang tua meski sangat sedikit. Dia mengatakan, di luar sangat banyak anak yang hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. “Saya tahu betul, banyak sekali anak yang sudah benar-benar kehilangan kasih sayang. Itu sangat berbahaya,” ujarnya.
Kisah-kisah pilu di atas bukan fiksi, melainkan nyata, ada di tengah-tengah kita. Mereka adalah anak-anak korban trafficking yang sedang ditangani oleh Yayasan Hot Line Surabaya dan Yayasan Hot Line Pendidikan Jawa Timur (Jawa Pos, 11/2/2012).
Masih banyak cerita pilu di kalangan anak-anak seperti mereka yang tidak terekspose. Ya, dunia anak saat ini begitu dekatnya dengan perzinahan, seks bebas dan bahkan pelacuran. Pertanyaannya, ada apa dengan para orangtua? Ke mana saja mereka?
Korban Broken Home
Bila dicermati, mayoritas anak-anak di atas berasal dari keluarga broken home. Broken home, yakni kondisi hilangnya perhatian keluarga atau kurangnya kasih sayang dari orang tua disebabkan beberapa hal. Bisa karena perceraian, sehingga anak hanya tinggal bersama satu orang tua kandung. Bahkan akibat perceraian, banyak anak yang dititipkan ke kakek-neneknya, karena orang tua tunggalnya sibuk bekerja.
Broken home bisa juga terjadi pada anak yang meski orangtuanya tidak cerai, tapi terlalu sibuk. Mereka abai terhadap kebutuhan kasih sayang anak-anaknya. Terlebih di zaman teknologi saat ini, kerap menjadi alasan bagi orang tua untuk merasa tenang dan nyaman berjauhan lama dari anaknya. Padahal anak butuh kontak fisik, lebih dari sekadar suara orang tuanya. Apalagi bagi anak usia dini, ketersediaan orangtua di sisinya sangat penting.
Broken home juga terjadi pada kondisi rumah yang seperti neraka, dimana orang tua kerap bertengkar di depan anak-anak. Ini karena orang tua tidak dewasa dalam bersikap, tanpa memikirkan dampak bagi anak-anak mereka.
Akibat broken home, fungsi keluarga tidak berjalan ideal. Di antaranya Pertama, fungsi afeksi atau kasih sayang.  Karena tidak mendapatkan limpahan kasih sayang, anak-anak mencari perhatian di luar rumah. Entah dari sahabat, pacar atau bahkan lelaki hidung belang.
Kedua, fungsi rekreasi. Keluarga idealnya tempat menyenangkan bagi anak, dimana ia merasakan rindu dengan kehangatannya. Keluarga harusnya menentramkan, membuat rileks dan gembira. Namun, broken home menyebabkan anak tidak betah di rumah, bahkan tempat yang paling dibenci. Akibatnya ia lari ke dunia luar yang ia anggap lebih peduli.
Ketiga, fungsi edukatif. Orangtua semestinya menjadi pendidik dan teladan bagi anak-anaknya. Broken home justru menciptakan ketidakpercayaan anak pada orangtua. Bahkan anak menjadi trauma dengan institusi pernikahan.
Tentu saja, tidak berfungsinya keluarga di atas, berdampak buruk bagi perkembangan anak. Dalam ilmu kejiwaan dikatakan, seorang broken home akan mengalami Pertama, broken heart, yakni  kepedihan dan kehancuran hati sehingga memandang hidup ini sia-sia dan mengecewakan.
Kecenderungan ini membentuk si anak menjadi orang yang krisis kasih dan biasanya lari kepada hal-hal yang bersifat seksual, karena menganggap hanya seks yang memberi kepuasan dan kebahagiaan. Misalnya terjerumus seks bebas, homoseks, lesbian, jadi simpanan, tertarik dengan isteri/suami orang, dll.
Kedua, broken relation, yakni anak merasa bahwa tidak ada orang yang perlu dihargai, tidak ada orang yang dapat dipercaya serta tidak ada orang yang dapat diteladani. Kecenderungan ini membentuk si anak menjadi orang yang masa bodoh terhadap orang lain, ugal-ugalan, cari perhatian, kasar, egois, dan tidak mendengar nasihat orang lain. Ia cenderung “semau gue”.
Ketiga, broken values, yakni si anak kehilangan “nilai kehidupan” yang benar. Baginya dalam hidup ini tidak ada yang baik, benar, atau merusak yang ada hanya yang “menyenangkan” dan yang “tidak menyenangkan”. Apa saja yang menyenangkan dilakukan dan sebaliknya.
Kondisi ini tak bisa terus menerus dibiarkan. Anak-anak adalah para calon pemimpin di masa depan. Apa jadinya jika sejak kecil kurang kasih sayang sehingga tidak termotivasi untuk berprestasi. Walhasil, generasi mendatang bisa lebih buruk dari generasi orang tua mereka.
Ujian Keluarga
Harus diakui, fakta buruk pada anak broken home adalah dampak dari egoisme orang tua. Walaupun tidak bisa disalahkan 100 persen karena ada andil si anak juga, namun orang tua memang harus berkaca. Seperti fenomena yang terjadi belakangan ini, dimana orang tua dengan mudahnya memutuskan tali perceraian tanpa memikirkan dampaknya bagi si anak.
Padahal, semestinya orang tua berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan rumah tangga. Janganlah begitu mudah mengucap kata talak hanya karena sedikit rasa jenuh dengan pasangan. Sebab ketika menikah lagi, si anak bukannya bahagia malah terasing di rumahnya sendiri dengan ayah/ibu tiri. Termasuk ketika menghadapi ujian dan cobaan, janganlah orang tua bertengkar habis-habisan di depan anak-anak.
Selain itu, orangtua masa kini, kadang juga terlalu sibuk dengan urusan mereka hingga mereka lupa bahwa mereka memiliki anak yang wajib diperhatikan. Lalu kadang mereka juga menganggap bahwa anak tidak perlu tahu masalah orang tua. Padahal adakalanya anak harus diajak bicara agar merasa berharga. Orang tua hendaknya menciptakan situasi rumah yang hangat, menentramkan dan menyenangkan bagi anak-anak. Jadikan semboyan rumahku surgaku benar-benar nyata di benak anak.
Keluarga seperti ini hanya bisa dibangun dengan pondasi Islam. Saat keluarga mendapat cobaan dan ujian, apakah masalah ekonomi, kenakalan anak, kejenuhan dalam pernikahan, dan lain lain, selalu disandarkan kepada Allah SWT. Ia yakin dengan firman Allah SWT: “Fainna ma’al usri yusro, inna ma’al usri yusro” Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” [Alam Nasyrah:5-6]
Mereka juga menyandarkan pada firman Allah SWT surat Al Baqarah: “Laa yukalli-fullahu nafsan illa wus’aha; laha makasabat wa’alaiha maktasabat” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya” [Al Baqarah:286]
Karena itu, agar tidak terjerumus menjadi broken home, orang tua hendaknya memperbaharui lagi tujuan pernikahan itu sendiri, mereview kembali apa fungsi pernikahan, visi dan misinya dalam mengarahkan keluarga dan mendidik anak. Hanya dengan mengembalikan fungsi keluarga pada posisinya, anak-anak terhindar dari broken home. Selanjutnya, tidak akan ada lagi kisah-kisah pilu korban traficking atau seks bebas seperti dialami Sarah dan teman-temannya seperti di atas.(*)


SUMBER : HIZBUT TAHRIR